Osteoporosis

Mengingat demikian besar dampak kesehatan yang dapat ditimbulkan oleh
osteoporosis, maka perlu upaya-upaya untuk mencegahnya. Berikut ini
disampaikan beberapa upaya ampuh untuk mencegah osteoporosis.
1. Konsumsi kalsium yang cukup
Untuk mencukupi kebutuhan kalsium, perlu diperhatikan produk pangan yang
disantap. Salah satu sumber kalsium yang cukup baik adalah susu. Dua gelas
susu sehari, sudah dapat memenuhi kebutuhan tubuh akan kalsium.
Dari dua gelas susu (500 ml) akan diperoleh 1.250 mg kalsium. Perolehan
kalsium tersebut sudah melebihi kebutuhan kalsium orang dewasa yaitu 800-1.000
mg/hari.
2. Berhati-hatilah menggunakan obat
Beberapa jenis obat ternyata dapat mengganggu kinerja tulang. Salah satu
contohnya adalah obat kortikosteroid yang dapat menekan kerja hormon pengatur
pembentukan tulang. Contoh lain adalah antasida, obat pencahar, cholestiramine,
obat diuretik, anti-gout dan beberapa jenis obat anti-rematik. Obat-obatan
tersebut memiliki efek mengganggu penyerapan kalsium.
3. Batasi penggunaan garam
Garam dapur (NaCl) terdiri dari unsur natrium (Na) dan klorida (Cl). Konsumsi
natrium (sodium) yang berlebih, baik yang berasal dari garam dapur maupun
monosodium glutamat (MSG) dapat berdampak buruk terhadap kesehatan.
Selain memiliki efek hipertensi, natrium juga berpotensi untuk menghilangkan
kalsium dari tubuh. Natrium akan mengeluarkan kalsium dari tubuh melalui urin.
Cara menghindari kehilangan kalsium akibat natrium adalah dengan membatasi
konsumsinya.
4. Cukupi konsumsi vitamin D
Vitamin D diketahui mampu memelihara kesehatan tulang dengan cara meningkatkan
penyerapan kalsium dari sistem pencernaan, serta mengurangi pembuangannya dari
ginjal. Kebutuhan vitamin D normal per hari adalah 400 IU. Dalam bentuk non-aktif,
vitamin D banyak terdapat di bawah kulit. Vitamin D akan menjadi aktif dan
berfungsi apabila terpapar sinar matahari pagi yang banyak mengandung
ultraviolet. Terpapar sinar matahari sekitar 20 menit per hari, minimal 3
kali seminggu sudah cukup untuk membantu produksi vitamin D.
5. Aktif berolah raga
Penurunan aktivitas fisik pada usia lanjut dapat menurunkan massa
tulang. Oleh karena itu olah raga aktif secara rutin merupakan bentuk
antisipasi terhadap penurunan massa
tulang. Adapun bentuk olah raga yang sesuai bagi seseorang yang sudah lanjut
usia adalah yang minim benturan seperti aerobik low impact, jalan kaki,
bersepeda atau berenang. Aspek yang harus diperhatikan adalah intensitas,
waktu, dan frekuensi olahraga. Kecukupan intensitas diukur dengan menghitung
denyut nadi. Denyut nadi normal berkisar antara 70-80 denyut per menit.
Waktu berolah raga disarankan 20-40 menit per latihan, sedangkan untuk
frekuensi idealnya adalah 3-4 hari per minggu.
6. Bantu dengan obat
Dalam dunia kedokteran mulai banyak dikembangkan berbagai obat pencegah
osteoporosis. Jenis obat tersebut di antaranya adalah estrogen, kalsitonin,
biophosphonat, dan testosteron. Estrogen merupakan hormon yang menurun
jumlahnya dalam tubuh apabila wanita mengalami menopause. Hal ini ditengarai
sebagai penyebab osteoporosis utama pada wanita. Obat berisi hormon estrogen
yang diberikan pada wanita pasca menopause diharapkan dapat mencegah
osteoporosis.

Komentar